Haneefa90’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

sep07 September 30, 2008

Diarsipkan di bawah: catatan hati — haneefa90 @ 1:26 pm

entah,,,

semua yang terjadi begitu cepat datang dan begitu cepat berlalu,,seolah benar apa yang sudah ditetapkan,,ta ada yang abadi

bulan ini,,tepat satu tahun salah satu teman,,

yang kebersamaan kami hanya dibatasi waktu 3 tahun di sekolah lanjutan tingkat pertama meninggalkan dunia kami yang amat fana ini,,,

kepergiannya yang terasa begitu cepat seakan menyadarkan lamunan panjang tentang keleha-lehaan,,keborosan terhadap waktu yang kulahap habis untuk hal-hal yang sebenarnya belum jelas apa maksud dan tujuannya,,

kepergiannya membuyarkan lamunan panjangku tentang hal-hal yang hanya ada dalam angan,,

serasa tamparan keras mendarat di kedua pipi,,

ketika aku melangkahkan kaki memasuki rumah mungilnya di ujung gang,,tubuhnya terbujur kaku ditutupi kain panjang bermotif batik cirebon,,entah,,

berapa kali aku kedipkan mata untuk meyakinkan apa yang kulihat saat itu,,

tubuhnya benar-benar kaku tak bergerak meski jerit tangis dari kawan-kawan yang lain memenuhi ruang sempit multifungsi itu,,

aku tetap dengan angkuhnya menahan tangis berusaha seolah tetap tegar,,,berdiri dan duduk di tengah yang lain berusaha menguatkan mereka,,

sampai tiba pada saat tubuh kakunya dibopong kedalam sebuah kotak beroda empat,,

dengan alunan sirine yang menjerit2 meninggalkan kami ke tempat tidurnya,,

saat itu aku masih tetap berdiri,,

namun saat itu juga cairan hangat menetes terjun ke pipi tirusku,,saat itu mulai terlintas dalam benakku,,

satu saat nanti yang belum jelas namun pasti akan datang,,aku akan ada di posisi yang sama dengan temanku yang telah terbujur kaku itu,,

apa yang akan ku bawa?

apa yang akan ku jawab saat dua penjaga liang kubur bertanya menghakimiku?

apa yang akan ku jadikan pembelaan saat bukti-bukti yang memberatkan timbangan amal menunjuk arah yang menyeramkan?

apa?

saat itu aku makin tertegun,,kepergian salah satu bagian dari kumpulan orang tempat ku berbagi duka maupun suka pergi,,dengan waktu yang cukup cepat,,dengan cara yang begitu naas,,

namun aku bersyukur masih ada waktu walau semenit untuk memperbaiki semua ke-eroran dalam diri,,

waktu yang telah diamanahkan harus ku pergunakan dengan sebaik-baiknya,,

ya rabbana ampuni dia,,ampuni segala kekhilafan yang pernah ia lakukan,,terima dia di sisi-Mu ya Rabb..

berikan tempat ganti yang terbaik,,

terimalah segala apa yang dia lakukan,,

ampuni hamba yang terlalu boros membuang waktu untuk hal-hal yang ta’ berguna,,

 

apa dan mengapa(global warming) September 30, 2008

Diarsipkan di bawah: lingkungan — haneefa90 @ 12:39 pm

global_warming.gifSejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? variasi panas matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?

Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?

Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.

Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).

Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.

Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.

Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.

Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 – yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.

Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya “An Inconvenient Truth” yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.

Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).

Laporan IPCC, 2007.
Hasil perhitungan perkiraan agen pendorong terjadinya pemanasan global dan mekanismenya (kolom satu), berdasarkan pengaruh radiasi (Radiative Forcing), dalam satuan Watt/m^2, untuk sumber antropogenik dan sumber yang lain, tanda merah dan nilai positif dari kolom dua dan tiga berarti sumbangan pada pemanasan, sedangkan biru adalah efek kebalikannya. Kolom empat menyatakan dampak pada skala geografi, sedangkan kolom kelima menyatakan tingkat pemahaman ilmiah (Level of Scientific Understanding), Sumber: Laporan IPCC, 2007.

Dari gambar terlihat bahwa karbon-dioksida adalah penyumbang utama gas kaca. Dari masa pra-industri yang sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Angka ini melebihi angka alamiah dari studi perubahan iklim dari masa lalu (paleoklimatologi), dimana selama 650 ribu tahun hanya terjadi peningkatan dari 180-300 ppm. Terutama dalam dasawarsa terakhir (1995-2005), tercatat peningkatan konsentrasi karbon-dioksida terbesar pertahun (1,9 ppm per tahun), jauh lebih besar dari pengukuran atmosfer pada tahun 1960, (1.4 ppm per tahun), kendati masih terdapat variasi tahun per tahun.

Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 – 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N2O) dari 270 ppb – 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.

Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.

Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa memang manusia yang berperanan bagi nasibnya sendiri, karena pemanasan global terjadi akibat perbuatan manusia sendiri. Lalu bagaimana dampak Global Warming bagi kehidupan? Alur waktu prediksi dan dampak dari perspektif sains dapat dibaca pada bagian kedua tulisan ini

(disadur dengan begitu tak tau malunya ,,,,dari tulisan makhluk lain yg lebih mengerti tentang ini,,,)

 

belajar baca September 29, 2008

Diarsipkan di bawah: catatan hati — haneefa90 @ 3:37 am

someone to care for

maria goodin

My friend Natalie can’t see the point in you. She says that all you do is burp, fart, dribble, grin inanely and emit a series if unintelligible noises. Admittedly she hasn’t seen you at your best, but I still think that’s a little harsh.
The first time Natalie came to visit you were asleep on your back, gurgling little spit bubbles, a thin strand of drool running down your chin. Natalie just stared at you as if you were a creature from another planet. She made no secret of the fact that she wasn’t impressed.
The second time she came to visit you crawled across the carpet towards her and vomited on her expensive new shoes. I tried to make light of it, explaining that it’s mainly just liquid and wipes off easily, but she really did look quite appalled.
Natalie likes being a career woman, rushing between meetings in her power suit, clutching her Starbucks Coffee and her laptop. She’s never wanted a husband or a baby, but if she could see you on a good day I’m sure she’d feel differently. If she could see the way you clap your hands and squeal with excitement when Scooby-Doo comes on the telly then she’d find you just as adorable as I do.
Instead she thinks you’re smelly and have a strange shaped head. She looked revolted when I said you like putting your toes in your mouth, and finds it disturbing that you’re always staring greedily at my breasts. It upsets her even more when you stare greedily at her breasts. I tried to explain that you’re a man and that’s what men do, but she wasn’t having any of it.

If I’m honest, I think you could have made a bit more of an effort when Natalie first visited our house. I know it was the morning after Spongey’s stag do, but I thought you could have at least lugged yourself into the bedroom instead of lying sprawled on the sofa in a curly wig, a pair of women’s shoes and a t-shirt with a photo of Spongey’s bare bottom on the front. If you’d had some trousers on it might not have been so bad. Natalie and I were comfortable enough perched on the wooden chairs, but it was quite distracting to have you snoring over our conversation, and I think Natalie was a bit uncomfortable when you started mumbling and fiddling with yourself.

When Natalie left, giving me a kiss on the cheek and a look of pity before rushing off for an appointment with her personal trainer, I removed your stilettos, covered you with a blanket and wiped the drool from your chin. Later, when you woke up screaming about a pain in your head which you assumed must be a brain haemorrhage, I gently explained that you had simply consumed an excessive amount of alcohol. I then sat by your side, holding your hand and stroking your forehead in a bid to reassure you. Three days later when you had recovered, I firmly reiterated this link between lager and suffering and said I hoped you had learnt your lesson. You looked ashamed, said you wouldn’t do it again and then promptly went out and got wasted.

I’d secretly hoped that things would be better the next time Natalie came to visit. I thought she might like you better if you had your trousers on and were conscious. To be fair you didn’t let me down on either of those counts, but if I’m going to be picky then I wish you’d been sober and hadn’t vomited on her.
I assumed that when I told you she was coming for dinner you would come home from the pub before ten o’clock, but of course you bumped into Spongey down at the Queens Head and the two of you decided to celebrate the fact that you were wearing the same socks. I understand how important these things are to you, and I do appreciate the fact that you phoned me from the pub six times with a string of terrible excuses, but could you not have come for the Chicken Chasseur I had prepared? Instead you fell through the front door three hours late, addressed Natalie as Bob, crawled towards her on all fours and then chucked up all over her feet. It wiped off just as I said it would, but I don’t think that made Natalie like you any better.
Once Natalie had left – which she did at great pace – I cleared up the mess and sat you down at the kitchen table. You clutched my fingers tightly and tried to put one of them in your mouth, mistaking it for the digestive biscuit I offered you. I should have been furious, but when you grinned stupidly at me, your mouth surrounded by biscuit crumbs, my heart softened and I forgave you. At the end of the day, however badly you behave, you’re mine and I still love you.


I can understand why Nathalie thinks you’re an idiot, but it’s easy for her to judge. She already has everything she ever desired. I never wanted the impressive job title, the sports car or the big flashy house. All I ever really wanted was to be a mother. You might not be the most sophisticated man in the world, but you have a good heart and all the other necessary parts to help me fulfil that dream.
I know exactly why having a baby is so important to me: I want someone I can take care of. I find it incredible that another flailing, helpless human being could rely on me to look after them. Babies are so utterly incapable of looking after themselves, so dependent on others for their wellbeing. From their failure to control their bodily functions to their inability to use their tiny undeveloped brains, they are so completely useless without someone to care for them. I want to be needed like that.
Natalie says I don’t need a baby to fulfil my dream. She says I’m already there.
I have no idea what she means. I just don’t think these career women understand.

adopt from short-stories.co.uk

(mudah-mudahan ada hikmah yg bisa kita ambil..)